Nyanyian Sunyi Pembuka Kata

20200222_122744

Bisikan kalbu menyenandungkan irama sendu, yang mengusik ketenteraman jiwa ini, bak tumpukan tutup botol yang mempermainkan bola bekel, melompat kian kemari mengikuti genggaman tangan yang bersedia meraihnya tanpa berat melepasnya kembali, lalu sesuka hati meremasnya lagi.

Sang Pencinta yang tidur panjang, karena sunyinya jiwa tak terelakkan, meski bibir berkata dusta, namun batin selalu jujur saat tekanan mendesaknya ke tepi jurang, membuatnya nyaris menyerah, kini memilih hadir kembali, menyisihkan sampah kehidupan guna meraih asa yang sempat terkubur.

Aku hanyalah wanita biasa, dengan takdir yang memilihku menjadi orang tua tunggal bagi kedua orang anakku sejak tahun 2019, dan memilih tetap berada di jalanku, meski sebagian mata memandangku remeh, sebagian wanita bersikap waspada, tetapi dunia kini dalam genggamanku sendiri, tak terusik dengan jiwa gelap lain yang bersikap seolah bagian dari belahan jiwaku, namun ternyata kepura-puraan belaka.

Tawarkan aku cinta, bukan sekedar asa akan itu.

Tawarkan aku asa, tapi jangan disertai dusta.

Datanglah kau dusta, dan berdirilah di depan pintuku yang tertutup rapat.

Welcome to my new Blog.

Advertisement